logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.
Diberdayakan oleh Blogger.

HUKUM MENULIS RAJAH




ﺍﻟﻔﺘﺎﻭﻯ ﺍﻟﺤﺪﻳﺜﻴﺔ ﻻﺑﻦ ﺣﺠﺮ ﺍﻟﻬﻴﺘﻤﻲ ﺻﻔﺤﺔ19

- 19 ﻭﺳﺌﻞ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ، ﻣﺎ ﺣﻜﻢ ﻛﺘﺐ ﺍﻟﻌﺰﺍﺋﻢ ﻭﺗﻌﻠﻴﻘﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺼﺒﻴﺎﻥ ﻭﺍﻟﺪﻭﺍﺏ؟

ﻓﺄﺟﺎﺏ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ : ﻭﻓﺴﺢ ﻓﻲ ﻣﺪﺗﻪ : ﻳﺠﻮﺯ ﻛﺘﺐ ﺍﻟﻌﺰﺍﺋﻢ ﺍﻟﺘﻲ ﻟﻴﺲ ﻓﻴﻬﺎ ﺷﻲﺀ ﻣﻦ ﺍﻷﺳﻤﺎﺀ ﺍﻟﺘﻲ ﻻ ﻳﻌﺮﻑ ﻣﻌﻨﺎﻫﺎ ، ﻭﻛﺬﻟﻚ ﻳﺠﻮﺯ ﺗﻌﻠﻴﻘﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﻵﺩﻣﻴﻴﻦ ﻭﺍﻟﺪﻭﺍﺏ ، ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﺃﻋﻠﻢ ﺑﺎﻟﺼﻮﺍﺏ.

Imam Ibnu Hanya ditanya apa hukum menulis azimat2, dan mengantungkannya kepada anak kecil dan binatang?

Maka beliau menjawab, semoga Allah meridhainya. Boleh menulis azimat yg tidak ada padanya sesuatu dari nama2 yg tidak diketahui maknanya, begitu juga mengantungkannya pada anak adam dan binatang.

nduk Nunu Nurul Qomariyah ini saya tambahi cara menulis rajah ya

قال شيخنا الجوهري نقلا عن مشايخه يشترط في كاتب التميمة أن يكون على طهارة وأن يكون في مكان طاهر وأن لا يكون عنده تردد في صحتها وأن لا يقصد بكتابتها تجربتها وأن لا يتلفظ بما يكتب وأن يحفظها عن الأبصار بل وعن بصره بعد الكتابة وبصر ما لا يعقل وأن يحفظها عن الشمس وأن يكون قاصدا وجه الله في كتابتها وأن لا يشكلها وأن لا يطمس حروفها وأن لا ينقطها وأن لا يتربها وأن لا يمسها بحديد وزاد بعضهم شرطا للصحة وهو أن لا يكتبها بعد العصر وشرطا للجودة وهو أن يكون صائما

kitab hasyiyah assyarwani alat tuhfah juz 1 hal 149 syameela

syaikhuna aljauhari mengutip riwayat dari guru2nya,beliau mengatakanseseorang penulis azimat harus memenuhi beberapa syarat diantaranya :
1=dalam keadaan suci
2=ditempat yang suci
3=jangan sampai meragukan keshohihannya/khasiatnya alias harus mantap
4=jangan ada tujuan sekedar mencoba
5=jangan melafadzkan pada huruf2 yang tertulis
6=harus dijaga,jangan sampai terlihat orang lain,atau terlihat binatang tak berakal atau bahkan terlihat oleh penulis sendiri setelah azimat tersebut selesai ditulis
7=harus dijaga jangan sampai terkena sinar matahari
8=ketika menulis diniati hanya mencari ridlo ALLOH semata
9=jangan diharokati
10=huruf2nya jangan sampai ada yang terhapus
11=jangan diberi titik pada huruf2nya
12=jangan sampai terkena debu
13=jangan sampai tersentuh barang2 dari besi dan sebagian ulama' menambahkan satu syarat lagi untuk keshohihan/keampuhan azimat yaitu jangan ditulis setelah ashar dan ada satu syarat lagi untuk menambah daya magicnya,yaitu penulis harus dalam keadaan puasa
Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Copyright © 2013. Lintas Santri ucul - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger